Ajaran Islam tidak pernah memisahkan antara kehidupan dunia dan kehidupan akherat. Setiap Aktivitas manusia di dunia akan berdampak pada kehidupannya kelak di akherat. Oleh karena itu, Aktivitas keduniaan tidak boleh mengorbankan kehidupan akherat.
“Saat tangan sibuk bekerja, hati tetap berzikir. Itulah harmoni
antara dunia dan akhirat yang diajarkan Islam.”
Hal ini di antaranya ditegaskan oleh Allah dalam surat al-Qashash ayat 77:
وَابْتَغِ فِيْمَآ اٰتٰىكَ اللّٰهُ الدَّارَ الْاٰخِرَةَ وَلَا تَنْسَ نَصِيْبَكَ مِنَ الدُّنْيَا وَاَحْسِنْ كَمَآ اَحْسَنَ اللّٰهُ اِلَيْكَ وَلَا تَبْغِ الْفَسَادَ فِى الْاَرْضِۗ اِنَّ اللّٰهَ لَا يُحِبُّ الْمُفْسِدِيْنَ
Dan, carilah pada apa yang telah dianugerahkan Allah kepadamu (pahala) negeri akhirat, tetapi janganlah kamu lupakan bagianmu di dunia. Berbuat baiklah (kepada orang lain) sebagaimana Allah telah berbuat baik kepadamu dan janganlah kamu berbuat kerusakan di bumi. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berbuat kerusakan.Text by Ismail Ali Mukharom · Images by freepik.com