Larangan Judi Online dan Game Online

Perjudian telah lama menjadi isu yang kontroversial dalam banyak masyarakat

Posted by Riski Rahmattillah Pratama on April 25, 2025

Perjudian telah lama menjadi isu yang kontroversial dalam banyak masyarakat di seluruh dunia. Dalam perspektif Islam, perjudian dilarang dengan tegas karena dianggap merusak moral dan kesejahteraan individu maupun masyarakat. Banyak sekali ayat dan dalil serta pendapat ulama yang melarang tentang perjudian baik yang dillakukan secara konvensional atau secara digital. Salah satu ayat yang melarang perjudian adalah surah al-Baqarah ayat 219 sebagai berikut.

... “"Judi online bukan hiburan, tapi jalan menuju kehancuran.”

Al-Baqarah ayat 219:

۞ يَسْـَٔلُوْنَكَ عَنِ الْخَمْرِ وَالْمَيْسِرِۗ قُلْ فِيْهِمَآ اِثْمٌ كَبِيْرٌ وَّمَنَافِعُ لِلنَّاسِۖ وَاِثْمُهُمَآ اَكْبَرُ مِنْ نَّفْعِهِمَاۗ وَيَسْـَٔلُوْنَكَ مَاذَا يُنْفِقُوْنَ ەۗ قُلِ الْعَفْوَۗ كَذٰلِكَ يُبَيِّنُ اللّٰهُ لَكُمُ الْاٰيٰتِ لَعَلَّكُمْ تَتَفَكَّرُوْنَۙ ۝٢١٩

Mereka bertanya kepadamu (Nabi Muhammad) tentang khamar dan judi. Katakanlah, “Pada keduanya terdapat dosa besar dan beberapa manfaat bagi manusia. (Akan tetapi,) dosa keduanya lebih besar daripada manfaatnya.” Mereka (juga) bertanya kepadamu (tentang) apa yang mereka infakkan. Katakanlah, “(Yang diinfakkan adalah) kelebihan (dari apa yang diperlukan).” Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepadamu agar kamu berpikir

Berdasarkan dari QS Al Baqarah ayat 219 memberikan pesan bahwa perjudian itu merupakan dosa besar. perjudian termasuk dosa besar karena merugikan diri sendiri dan orang lain. Islam melarang segala bentuk perjudian, termasuk online, karena kerap menyebabkan kerugian finansial, menghancurkan hubungan sosial, dan memicu tindakan kriminal. Selain itu, perjudian merusak etika dan moral, menjauhkan seseorang dari nilai-nilai agama, serta menimbulkan ketidakadilan dalam distribusi kekayaan.

Dalam perspektif Islam, larangan ini juga mencakup aspek sosial dan kesejahteraan masyarakat. Uang yang seharusnya digunakan untuk kebutuhan dasar atau amal malah terbuang sia-sia. Oleh karena itu, umat Muslim, termasuk mahasiswa, perlu berperan aktif dalam menolak perjudian online, menegakkan nilai agama, dan melindungi moral serta kesejahteraan umat. Selain itu, game online juga perlu diwaspadai karena bisa menimbulkan dampak negatif serupa jika tidak digunakan secara bijak.

Pada era digital yang terus berkembang, smartphone telah menjadi bagian tidak terpisahkan dari kehidupan banyak orang. Smartphone menawarkan hiburan, interaksi sosial, dan pengalaman seru yang mengasyikkan. Namun, dalam perspektif Islam, penggunaan smartphone harus dihadapi dengan bijaksana dan bertanggung jawab. Islam mengajarkan umatnya untuk menggunakan waktu dan sumber daya dengan bijak. Hal ini didasarkan pada surat al-Ashr ayat 1-3 sebagai berikut

... "Game boleh, tapi jangan sampai jadi candu. Judi online? Haram jelas, dosa besar."

al-Ashr ayat 1-3:

وَالْعَصْرِۙ ۝١

اِنَّ الْاِنْسَانَ لَفِيْ خُسْرٍۙ ۝٢

وَاِلَّا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا وَعَمِلُوا الصّٰلِحٰتِ وَتَوَاصَوْا بِالْحَقِّ ەۙ وَتَوَاصَوْا بِالصَّبْرِࣖ ۝٣

Demi masa, sesungguhnya manusia benar-benar berada dalam kerugian, kecuali orang-orang yang beriman dan beramal saleh serta saling menasihati untuk kebenaran dan kesabaran.

Berdasarkan ketiga ayat diatas menunjukkan bahwa muslim yang tidak menghargai waktu termasuk kelompok orang yang merugi. Sehingga dalam hal ini perlu adanya keseimbangan waktu dalam kehidupan sehari-hari. Smartphone yang digunakan dengan porsi yang seimbang dan proporsional tidak menjadi masalah dalam perspektif agama.

Game online sebenarnya dapat memberikan manfaat seperti meningkatkan keterampilan kognitif, sosial, dan kemampuan memecahkan masalah. Namun, jika penggunaan smartphone berlebihan dan tanpa batas, hal ini bisa mengganggu keseimbangan hidup dan menurunkan produktivitas, bahkan mengabaikan kewajiban agama, pendidikan, dan hubungan sosial.

Dalam Islam, penting untuk menjauhi konten negatif seperti kekerasan, pornografi, dan perjudian, karena dapat merusak moral dan menjauhkan dari nilai-nilai kebaikan. Transaksi game yang melibatkan uang atau unsur perjudian juga harus dihindari karena bertentangan dengan ajaran Islam. Maka, game online tidak dilarang secara mutlak, namun penggunaannya harus proporsional, bertanggung jawab, serta sesuai dengan prinsip syariah. Penegakan nilai Islam dalam teknologi, termasuk game online, sangat penting untuk melindungi umat dan memastikan penggunaan yang membawa manfaat dunia dan akhirat.

Sebagai umat Muslim, kita bisa menjaga penggunaan smartphone tetap sehat dan Islami dengan beberapa langkah konkret. Pertama, atur waktu penggunaan agar tidak berlebihan dan tetap seimbang dengan aktivitas lain. Kedua, pilih game online secara bijak—utamakan yang bersifat edukatif, mengandung nilai positif, dan mengasah keterampilan, seperti game strategi atau puzzle, daripada sekadar hiburan kosong.

Selain menjaga penggunaan game online, sebagai umat muslim juga perlu mengimbangi waktu yang dihabiskan dengan kegiatan-kegiatan yang bermanfaat secara spiritual dan sosial. Melakukan ibadah, membaca Al-Quran, berinteraksi dengan keluarga dan masyarakat. serta berkontribusi dalam kegiatan sosial akan membantu menjaga keseimbangan dalam kehidupan kita.

Penggunaan smartphone dalam Islam harus dilakukan secara bijak dan bertanggung jawab. Umat Muslim perlu menjaga keseimbangan, memilih game yang sesuai dengan nilai syariah, serta aktif dalam kegiatan positif. Penting untuk menyadari dampak negatif dari penggunaan berlebihan agar tidak mengganggu ibadah, kehidupan sosial, dan kesehatan. Upaya menahan diri dari dampak game online dapat merenungkan isi dari Surah Al-Baqarah ayat 195 sebagai berikut:

... "Main boleh, asal tahu batas. Jangan sampai game dan judi online menjauhkanmu dari jalan Allah."

Al-Baqarah ayat 195:

وَاَنْفِقُوْا فِيْ سَبِيْلِ اللّٰهِ وَلَا تُلْقُوْا بِاَيْدِيْكُمْ اِلَى التَّهْلُكَةِۛ وَاَحْسِنُوْاۛ اِنَّ اللّٰهَ يُحِبُّ الْمُحْسِنِيْنَ ۝١٩٥

Berinfaklah di jalan Allah, janganlah jerumuskan dirimu ke dalam kebinasaan, dan berbuatbaiklah. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berbuat baik.

Berdasarkan ayat QS tersebut, Allah mengingatkan agar umat Muslim menjaga diri dari hal yang merugikan, baik fisik maupun spiritual. Dalam bermain game online, nilai moral dan etika Islam harus tetap dijaga—seperti bersikap adil, sopan, dan tidak merendahkan sesama pemain. Game online dapat menjadi hiburan yang bermanfaat jika digunakan secara bijak, dengan memilih konten yang sesuai syariah, mengatur waktu bermain, dan menyeimbangkannya dengan aktivitas positif lainnya. Dengan begitu, smartphone bisa menjadi sarana membangun keterampilan dan hubungan sosial, tanpa meninggalkan nilai-nilai Islam.

Smartphone memiliki potensi sebagai media bermuamalah bagi umat Muslim, termasuk melalui game online. Namun, penting untuk menghindari unsur gharar (ketidakjelasan), maysir (perjudian), dan riba dalam setiap aktivitas digital tersebut. Dalam perspektif Islam, muamalah melalui game online harus berlandaskan prinsip syariah, baik dari segi konten, model bisnis, maupun transaksi yang dilakukan. Selain itu, penggunaannya juga perlu dilakukan secara bijaksana agar tidak mengabaikan kewajiban agama dan sosial. Jika dijalankan sesuai prinsip Islam, smartphone dapat menjadi sarana yang bermanfaat dan mendukung perkembangan yang positif bagi penggunanya.

Text by Riski Rahmattillah Pratama · Images by freepik.com